Estimasi Biaya Pengiriman
Rp7.200 - Rp20.000 /kg
Promo GRATIS ONGKIR* ke Jabodetabek, Banten, Jabar, & Jatim dengan minimum pembelian Rp200.000. Lihat selengkapnya
Chargrill (pemanggang) menggunakan panas radiant (dari lava rock atau lempeng logam) untuk menghasilkan sear marks (bekas panggangan) dan aroma smoky. Griddle (plat datar) menggunakan panas konduksi langsung, ideal untuk memasak merata (burger, breakfast).
Unit gas (LPG/NG) menawarkan heat recovery instan dan kontrol suhu manual cepat, vital untuk dapur volume tinggi (steakhouse). Unit listrik memberikan panas lebih konsisten (termostat) dan seringkali lebih efisien di area tanpa ventilasi gas memadai.
Tipe Radiant (Radiant-Based)
Di atas burner gas, terdapat pelindung logam (biasanya stainless steel atau cast iron berbentuk V terbalik) disebut radiants. Burner memanaskan radiants ini, radiants kemudian memancarkan panas inframerah secara merata ke grates di atasnya.
Panas sangat merata, kontrol suhu baik, dan flare-up (semburan api akibat lemak) lebih terkontrol karena desain radiants mengalihkan banyak tetesan lemak.
Tipe ini menggunakan lapisan batu lava atau keramik briquettes di atas burner. Batu-batu ini menyerap panas dan memancarkannya ke grates.
Tetesan lemak mengenai batu panas, menciptakan lebih banyak asap dan smoky flavor otentik.
Pre-heat lebih lama, panas cenderung tidak merata (tergantung penempatan batu), dan batu menyerap lemak sehingga memerlukan pembersihan atau penggantian rutin untuk mencegah flare-up berlebih.
Tipe ini menggunakan burner keramik berintensitas tinggi. Burner ini membara pada suhu ekstrem (bisa mencapai 500°C+ dalam hitungan menit) dan memancarkan panas inframerah murni langsung ke grates.
Pre-heat sangat cepat, suhu searing superior (ideal untuk steakhouse), dan efisiensi energi tinggi.
Kurang ideal untuk makanan delicat (seperti ikan tipis) karena panasnya sangat agresif.
Gas (LPG/Natural Gas):
Menawarkan pre-heat cepat, respons instan terhadap perubahan suhu, dan biaya operasional per jam umumnya lebih rendah. Diukur dalam BTU (British Thermal Units); BTU lebih tinggi berarti output panas lebih besar.
Listrik:
Pilihan untuk area tanpa akses gas atau dapur all-electric (seperti di kapal atau mall). Pre-heat umumnya lebih lambat dibanding gas, namun distribusi panasnya sangat konsisten. Diukur dalam kW (Kilowatts).
Material grates memengaruhi sear marks dan perawatan:
Pilihan favorit steakhouse. Retensi panasnya superior, menghasilkan sear marks tebal dan gelap. Kelemahannya: memerlukan seasoning (pelapisan minyak) rutin untuk mencegah karat.
Lebih mudah dirawat, tidak berkarat, higienis. Sear marks yang dihasilkan umumnya lebih tipis dibanding cast iron.
Desain Grates: Grates dapat dibalik. Satu sisi mungkin memiliki channel (alur) untuk lemak, sisi lain rata. Beberapa desain grates miring untuk membantu aliran lemak ke grease trough.
Kapasitas: Ukuran (lebar) grill menentukan throughput. Unit heavy-duty memiliki burner independen setiap 15-30 cm.
Zonasi (Zoning): Kemampuan mengontrol burner secara terpisah sangat penting. Ini memungkinkan operator menciptakan hot zone (zona panas) untuk searing dan cool zone (zona lebih dingin) untuk resting atau memasak makanan delicat secara bersamaan di satu unit.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami
